Beragam Alasan Kenapa Banyak Peternak Murai yang Gagal

Artikel terkait : Beragam Alasan Kenapa Banyak Peternak Murai yang Gagal

Beternak burung Murai memang menjanjikan keuntungan yang cukup menggiurkan, hal ini ditengarai oleh harga anakan Murai yang kian hari kian melambung. Sayangnya, tidak semua orang berhasil menangkar burung Murai, dalam sebuah survey diketahui bahwa hanya sekitar 30% peternak yang berhasil dalam bisnis ini.

Rata-rata yang mengalami kegagalan adalah para peternak pemula yang mencoba peruntungan setelah melihat rekannya berhasil. Padahal faktor pengalaman adalah salah satu kunci utama dalam keberhasilan ternak burung Murai.

Lalu apa sajakah faktor-faktor yang sering kali menjadi alasan kegagalan peternak Murai? Untuk Anda akan kami jelaskan secara rinci dan sederhana agar mudah dipahami serta dipelajari dalam mengembangkan peternakan Murai Anda. Berikut adalah faktor-faktornya.



1. Salah dalam memilih indukan Murai
Memilih indukan adalah bagian awal dari memulai bisnis peternakan Murai, kesalahan peternak pemula adalah seringkali gambling dengan memilih indukan Murai hutan atau biasa disebut juga Muda Hutan.
Alasan Kenapa Anda Harus Menangkar  / Ternak Burung Murai Batu
Alasannya tentu saja karena harga indukan Murai hutan lebih murah dari pada harga Murai hasil penangkaran. Namun dari segi kualitas, tentu saja Murai indukan hasil tangkaran telah terbukti menghasilkan anakan Murai dengan kualitas unggulan.

Adapun syarat indukan Murai yang berkualitas baik adalah sebagai berikut:

Indukan betina jinak dan pejantan telah birahi
Indukan murai betina yang masih liar biasanya memiliki kadar hormone Prolaktin dalam darah yang masih tinggi sehingga mudah terserang stress. Mereka baru mau bertelur jika suasana terasa nyaman dan kondisi jiwanya stabil.

Selain itu, indukan dan pejantan muda hutan gampang dipasangkan dengan akur dalam sangkar, tetapi seringkali malah tidak berjodoh dan proses birahinya memerlukan waktu yang lama. Hal ini bertolak belakang dengan indukan dan pejantan hasil tangkaran yang biasanya akan bertengkar di awal namun memerlukan lebih sedikit teknik untuk perjodohannya.

Indukan betina dan pejantan masih muda
Adapun ciri-ciri dari indukan yang masih muda dapat dilihat dari rongga mulut dan sisik kaki yang berwarna merah dan mulus. Sedangkan pada Murai yang sudah berumur tua, kakinya akan tampak bersisik. Namun yang sering membuat peternak pemula terkecoh adalah indukan Murai hutan tua memiliki kaki yang tetap mulus, kecil, dan basah sehingga sulit untuk membedakan dengan yang muda.

Ciri-ciri indukan yang telah siap kawin dapat dilihat dari teksture bulunya yang mulus serta lebih rajin berkicau sambil mengelepak-kelepakan sayapnya. Usia ideal untuk masa produktif Murai adalah sekitar 10 bulan hingga 5 tahun.

2. Kurang menjaga kesehatan dan kebersihan
Beternak Murai membutuhkan waktu yang cukup panjang, karena itu faktor kebersihan dan kesehatan Murai harus kita perhatikan agar burung peliharaan kita tidak rentan terserang penyakit hingga menyebabkan kematian.
Berikut ini adalah masalah yang memicu gangguan kesehatan pada Murai:
  • Stres oleh sebab tekanan mental, biasanya lebih sering dialami Murai muda hutan. Efek negative yang mengikuti adalah gangguan reproduksi, terbukanya system kekebalan tubuh terhadap penyakit, hingga menyebabkan gangguan dalam metabolisme karbohidrat.
  • Kedinginan juga dapat melanda burung Murai, oleh sebab itu Murai lebih cocok diternak di dataran rendah dari pada di daerah pegunungan.
  • Lingkungan yang terlalu gaduh tidak disukai oleh Murai, maka hindarkan dari suara berisik atau sentuhan yang terlalu kasar.
  • Kondisi kandang yang buruk sangat rentan membawa bibit penyakit. Untuk menghindarinya sebaiknya letakkan kandang di tempat yang terkena pancaran sinar matahari pagi serta semprot kandang beserta peralatan makan minum dengan desinfektan.
Langkah yang harus diambil apabila burung Murai telah terserang penyakit adalah sebagai berikut:
  • Pisahkan dari Murai yang sehat
  • Berikan lampu sebagai penghangat dan berikan antibiotik berkualitas tinggi
3. Kurangnya pengetahuan mengenai perawatan anakan Murai
Menurut pengalaman, anakan Murai baru dipanen ketika telah berusia 1 minggu setelah menetas, hal ini dikarenakan para peternak kesulitan jika harus menyuapi anakan yang umurnya di bawah 1 minggu.

Pada usia ini, Murai mulai menampakkan bulu jarumnya, berikanlah pakan berupa campuran kroto, voor pakan burung pabrikan, serta air.

Demikianlah penjelasan kami mengenai alasan kenapa banyak peternak Murai gagal, semoga bisa memberi informasi dan manfaat bagi para pembaca sekalian.

Artikel Harga Ternak dan Suara Burung Murai Super Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Harga Ternak dan Suara Burung Murai Super Sponsored By Hobiburung.org and Burungkenari.com