Beragam Kendala Perawatan Anakan Murai dan Solusinya

Artikel terkait : Beragam Kendala Perawatan Anakan Murai dan Solusinya

Merawat anakan atau trotolan Murai memang susah-susah gampang, terlebih lagi jika Anda termasuk peternak pemula yang masih minim pengalaman dan pengetahuan mengenai anakan Murai.

Nyatanya memang banyak sekali kendala erta hambatan yang dikeluhkan para peternak Murai dalam merawat trotolan, baik itu dari segi teknis atau pun dari faktor lingkungan sekitar.

Khusus bagi Anda para pembaca di bawah ini akan kami sampaikan kendala apa saja yang mungkin akan Anda hadapi dalam perawatan anakan Murai, agar nantinya Anda dapat mengantisipasi permasalahan dan menemukan solusi sejak dini. Silahkan disimak.

Gambar anakan murai batu (sumber)
Kendala Perawatan Anakan Murai
Para peternak seringkali menjumpai anakan Murai tiba-tiba mati dan sudah tergeletak di bawah kandang. Mereka menduga bahwa yang melakukannya adalah sang indukan Murai, namun menurut penelitian, kematian anakan Murai yang disebabkan oleh indukannya sendiri hanyalah sebesar 1%, sisanya terjadai karena faktor-faktor di bawah ini.
Pengaruh Cuaca 
Kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti kadang panas, kadang hujan, atau tiba-tiba hujan lebat setelah panas terik membuat kehangatan tubuh sang induk berkurang.
Panduan Memilih Anakan Murai yang Bagus Untuk Bahan Lomba
Akibatnya sang induk pun kekurangan daya untuk melindungi anakannya dari serangan cuaca ekstrim tersebut. Bisa kita bayangkan selanjutnya, anakan Murai tersebut akan mati kedinginan.

Anakan Murai Gampang Terserang Penyakit
Anakan Murai adalah anakan yang paling rentan terserang penyakit akibat virus atau bakteri dibanding dengan anakan dari jenis burung yang lain, tubuhnya lemah dan mudah sekali drop.

Masa kritis perawatan anakan Murai berlangsung kurang lebih selama 1 bulan, jika telah lewat masa itu, maka dipastikan bahwa stamina atau kekebalan tubuh anakan Murai terhadap penyakit mulai meningkat. Anakan pun dapat bertumbuh hingga dewasa.

Ketika menemui anakannya mati, secara insting indukan Murai tersebut akan menyingkirkan anakannya. Hal ini disebabkan karena burung Murai termasuk burung yang sangat menyukai kebersihan, jadi ia tidak akan senang jika di dalam kandangnya terdapat kuman atau virus yang membawa penyakit. Termasuk pula ketika sang anakan kedapatan buang air, maka sang induk akan membuangnya di luar kandang. Inilah jawaban mengapa kita sering menjumpai ada anakan Murai yang mati tergeletak di bawah kandang.

Lalu bagaimana pencegahan agar anakan Murai tidak mengalami kematian dini? 

Gambar trotolan murai batu (sumber)
Pencegahan atau antisipasi dapat kita lakukan sesaat setelah anakan menetas bahkan sebelum sang indukan bertelur. Berikut langkah-langkahnya.

Pemberian makanan bervariasi pada indukan
Makanan yang lengkap serta bervariasi diberikan pada indukan agar Murai betina tersebut mampu menghasilkan telur isa fertile dan berkualitas baik.

Penambahan nutrisi serta vitamin juga sangat dianjurkan, utamanya vit A, B1, B12, dan Vit D beserta kalsium. Jika perlu berikan juga probiotik herbal baik pada indukan maupun pada anakan Murai.

Pemasangan lampu penghangat
Sseperti yang telah kami sampaikan di atas, bahwa cuaca yang ekstrim sangat mempengaruhi kondisi indukan dan trotolannya, terlebih apabila kandang tempat menetas tersebut berada di luar ruangan atau out door. 

Solusinya adalah dengan memasang lampu di depan kandang guna menjaga suhu tetap hangat dan stabil, karena indukan tidak mengerami anakannya setiap saat melainkan kadangkala harus meninggalkan anakan untuk mencari makan di bawah.

Pemberian suplemen
Pemberian suplemen pada anakan bisa Anda siasati dengan cara mencampurkan vitamin yang diperlukan tersebut pada kroto atau makanan yang diberikan. Sang indukan akan melolohkannya pada anakan, dengan demikian kekebalan tubuh anakan terhadap penyakit akan terjaga dari dalam.

Menjemur anakan setiap hari
Seperti halnya bayi manusia, anakan Murai juga membutuhkan banyak vitamin D untuk pertumbuhan serta kelancaran proses metabolismenya. Ketika anakan sudah memasuki umur 7 hingga 10 hari (atau tergantung kesiapan dari masing-masing anakan), Anda bisa mengangkat trotolan tersebut dan membawanya berjemur di bawah sinar matahari.

Pastikan proses menjemur tidak dilakukan lewat pukul 10 pagi, karena sinar matahari sudah sangat menyengat.

Menggunakan sangkar khusus untuk anakan 
Jika Anda berfikir baik untuk meletakkan anakan di dalam incubator, ternyata pandangan tersebut tidaklah tepat. Meskipun incubator telah dibersihkan, ada kalanya masih ada virus atau bakteri yang tertinggal di dalamnya. Dianjurkan bagi Anda untuk memakai sangkar yang baru atau sekali pakai untuk meletakkan anakan Murai tersebut. Jangan lupa untuk membersihkan sangkar sebelum dipakai dan semprot dengan disinfektan agar sangkar bebas dari kuman.

Menjaga kebersihan kandang
Faktor kebersihan juga sangat berpengaruh untuk kesehatan trotolan, meskipun sangkarnya masih baru dan tidak pernah dipakai, namun jika kita tidak rajin membersihkannya tentu sama saja dengan mengundang kuman penyakit.

Demikianlah kendala perawatan anakan Murai beserta solusinya yang bisa kami bagikan untuk Anda. Semoga dengan perlakuan yang demikian, kita bisa menghindarkan anakan Murai dari kematian dini, sehingga bisnis peternakan Murai pun lancar dan menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. Salam sukses untuk kita semua.

Artikel Harga Ternak dan Suara Burung Murai Super Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2015 Harga Ternak dan Suara Burung Murai Super Sponsored By Hobiburung.org and Burungkenari.com