10 Jenis Murai batu Indonesia lengkap

493views

Murai Batu atau burung Kucica Hutan memiliki nama spesies Copsychus malabaricus adalah seekor burung kicau bersuara merdu dan gacor. Ia termasuk burung hias primadona yang sangat populer, selain Kacer dan Lovebird.

New Project

Popularitas Murai Batu semakin berkembang semenjak melesatnya tren hobi memelihara burung. Apalagi kini juga banyak kontes-kontes burung kicau yang mengadu suara Murai satu dengan lainnya. Meskipun sebetulnya keindahan Murai Batu tidak hanya dari suaranya saja, namun juga dari ciri fisiknya.

Sobat pecinta burung biasanya memelihara Murai Batu dari asal-usulnya karena memiliki keunikan tersendiri. Beberapa daerah di Indonesia memang memiliki jenis Kucica Hutan yang berbeda-beda. Misalnya Murai Medan yang memiliki ekor sangat panjang hingga 30 cm.

Fakta Murai Batu, Jenis, Karakteristik dan Suaranya

Burung Murai Batu memiliki daya ingat dan kreativitas yang tinggi. Meskipun dia juga suka senewen (merasa paling jagoan). Terbukti dari kebiasaannya menirukan suara burung lain, disinyalir sebagai bentuk perlawanan eksistensi.

Berbagai jenis Kucica Hutan di Indonesia pun memiliki karakteristik dan warna suara tersendiri. Sobat bisa download suara Murai Batu di bawah ini nanti.

Berikut adalah beberapa fakta Murai Batu yang sudah ditemukan dan terindentifikasi. Mana nih yang sudah sobat pelihara?

Murai Medan

gambar murai medan
gambar murai medan

Siapa sangka kota Medan di Sumatera Utara ini menjadi salah satu habitat asli dari burung cantik ini? Bahkan spesies endemik di sini menjadi yang paling banyak dicari karena peminatnya banyak.

Apa yang paling diminati dari Murai Medan tentu saja bentuk tubuhnya yang terlihat begitu rupawan. Perawakannya yang berbulu hitam bersih, dipadu dengan warna bulu oranye yang terang. Dan tak lupa, ekornya yang khas karena terpanjang di antara sesama Murai Batu lainnya.

Murai Nias

murai nias
murai nias

Wah, lagi-lagi Sumatera dihuni spesies endemik, yakni Murai Nias. Meski tak sepopuler Murai Medan, tapi yang dari Nias ini wajib banget dikoleksi. Kenapa?

Soalnya  fakta Murai Batu Nias punya suara yang gacor banget. Dia berpotensi menjadi burung kicauan yang super dan cocok dibawa ikut lomba. Tapi kelemahannya adalah keberadaannya agak sulit dicari di pasar burung. Soalnya penangkaran Murai Nias tak sebanyak Murai Medan.

Murai Irian

Kenapa ya burung yang satu ini masih disebut Murai Irian? Ya, kalau sobat mau ngasih nama Murai Papua juga boleh deh. Pokoknya ini Murai Batu berasal dari pulau berbentuk burung itu.

Tapi kalian jangan kaget ya, sob! Ciri fisik Murai Irian beda banget sama yang lainnya. Dia punya warna bulu hitam legam semua. Agak semu kehijauan sih jadi tidak disangka Jalak Ireng atau Merpati. Dan paling khas adalah warna cerat hitam di wajahnya yang membuatnya seperti memakai topeng superhero.

Suara Burung Murai Irian Download Sekarang

Murai Borneo

murai borneo
murai borneo

Era Murai Borneo belum berakhir. Terlihat dari masih gencarnya perburuannya oleh warga lokal. Harga Murai Borneo pun stabil di Rp200.000-Rp300.000/ekor di tingkat pemburunya.

Meskipun permintaannya lebih sedikit daripada Cucak Ijo, namun berdasarkan fakta, Murai Batu Borneo juga sering diekspor ke luar pulau. Apa yang menarik dari burung ini adalah kepakan ekor dan sayapnya yang terlihat begitu mekar dan cantik. Sayangnya suaranya memang tak segacor Murai Batu lainnya sehingga jarang diikutkan kontes perlombaan.

Murai Lampung

murai lampung
murai lampung

Fakta Murai Batu menunjukkan bahwa Murai Lampung adalah yang paling pandai dalam menirukan suara. Dia bisa meniru nada suara burung Murai lainnya bahkan spesies burung lainnya dengan sama persis. Meskipun pada awalnya masih sering patah-patah suaranya.

Ekor Murai Lampung memang tak sepanjang Murai Medan si primadona. Tapi kalau disuruh ikut lomba berkicau, dia akan memiliki nilai tersendiri. Habis ikut lomba dan menang dapat piala, bisa-bisa ditawar harganya jadi mahal banget?

Murai Aceh

Jenis burung Murai Aceh juga tak boleh dilewatkan oleh sobat pecinta burung nih. Fakta Murai Batu Aceh menunjukkan bahwa burung ini sering menjuarai kontes kicau di daerahnya sana. Tapi kalau dibawa lomba di wilayah lain, masih suka kalah dari Murai Medan nih.

Untuk sekadar mengoleksi boleh aja sih membeli Murai Batu Aceh. Keunikannya terletak pada wataknya yang lebih mudah adaptasi dengan lingkungan manusia sehingga mudah ditangkarkan. Biar bagaimana pun, spesies Copsychus malabaricus ini memang butuh proses domestifikasi agar jinak.

Murai Bahorok

Namanya unik banget, ya? Murai Bahorok itu asalnya dari perbatasan Sumatera Utara dengan Aceh. Tepatnya di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Ciri fisik Murai Batu Bahorok yang khas terletak pada lehernya yang terkesan panjang dan badannya agak kurus. Tapi jangan ditanya, dia liar banget! Susah buat menjinakkannya.

Murai Jawa

murai jawa
murai jawa

Tak boleh dilewatkan juga oleh para pecinta burung adalah Murai Jawa. Wajib lah dikandangin di rumah bareng Cucak Ijo atau Anis Merah. Biar si Murai ini bisa langsung beraksi adu suara dengan dua burung keren itu.

Ya, Murai Jawa juga terkenal pandai menirukan suara burung lain. Jadi jangan suka nyeleneh ya, misalnya diperdengarkan MP3 suara Elang. Bisa-bisa nanti si Jawa ini niru-niru suara burung Elang yang gahar.

Murai Sabang

murai sabang
murai sabang

Ada Murai Aceh dan ada pula Murai Sabang, apakah mereka sama? Ternyata beda loh sobat. Kalau Murai Batu Sabang ini terkesan sangat “dark” warnanya. Bola matanya juga hitam sangar.

Fakta Murai Batu Sabang yakni ia dijual dengan harga relatif mahal dibanding jenis lainnya. Ini karena keberadaannya yang sangat langka di alam. Penangkarannya pun jarang.

Murai Bordan

Fakta Murai Batu Bordan berkata bahwa burung ini bukanlah ras asli. Dia hanyalah hasil perkawinan silang antara Murai Medan dengan Murai Borneo. Makanya dinamai Bordan, singkatan dari Borneo Medan. Ada-ada aja sih?

Setelah mebaca info diatas,  kira-kira mana nih yang menurut sobat paling gacor dan keren? Jawabannya tergantung selera masing-masing.

Tapi ingat juga buat tetap melestarikan Murai ya. Kalau beli Murai sebaiknya hasil penangkaran saja, bukan yang tangkapan alam. Biar kita sama saja mendukung perlindungan satwa liar ini.