10 Fakta Murai Hitam – Ciri Fisik, Habitat dan Suaranya

Murai Hitam, Black Shama atau Murai Cebu adalah jenis burung Murai dari wilayah Cebu, Filipina. Namun spesies ini berbeda dengan Copsychus mindanensis yang juga merupakan burung Kucica Hutan asal Filipina.

promo

Perbedaan Murai Cebu dengan Murai Filipina terletak pada bulu dan perawakannya. Jika Murai Filipina masih menunjukkan ciri fisik khas Murai, seperti bulu oranye dan putih. Sedangkan Murai Hitam Cebu justru berbulu hitam legam semua.

Burung yang satu ini dinobatkan sebagai salah satu burung hitam paling legendaris, misterius dan langka di dunia. Suaranya yang unik membuat siapa saja yang mendengar akan berpikir kalau hewan ini seperti berasal dari dimensi lain.

Fakta Murai Hitam

Gambar murai hitam
Gambar murai hitam

Masih penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Inilah 10 fakta Murai Hitam yang mesti kalian tahu

Habitatnya Endemik di Pulau Cebu

Burung ini endemik mendiami wilayah pulau Cebu yang terletak di antara pulau Luzon dan Mindanau.

Wilayah Cebu yang hanya berluas 4932 km-an ini menjadikan Black Shama tergolong hewan yang mampu beradaptasi dengan baik dengan iklim panas khas lingkungan pesisir.

Namun burung Murai Cebu ini lebih memilih menghindari wilayah pantai dan masuk ke dalam hutan-hutan hujan lebat di wilayah Mag-abo dan Tabunan.

 Memakan Serangga Kecil

Ia sering terlihat bertengger di pohon-pohon tinggi untuk bermain-main dan melamun mengamati keindahan alam Cebu. Namun jika akan mencari makan, ia tak ragu untuk turun ke semak-semak atau perdu.

Makanannya adalah cicak, jangkrik, belalang dan serangga kecil-kecil lainnya. Tak jarang ia terlihat asyik mengejar kupu-kupu dan capung hutan juga.

Tergolong Hewan yang Aktif di Pagi dan Siang Hari

Bicara tentang hewan yang berbulu hitam, biasanya pikiran kita langsung mengarah ke hewan nokturnal. Tapi jangan salah sangka dulu ya karena si Black Shama ini aktifnya di pagi dan siang hari kok.

Memiliki Suara Parau Melengking Misterius

Suara Murai Hitam ini memang sangat parau dan melengking misterius. Entah faktor gema di hutan atau memang karakternya yang begini. Yang jelas suaranya agak bikin merinding.

Sulit Diamati Tanpa Kamera Trap/Kamera Tersembunyi

Mengamati burung bukan perkara mudah. Sebagaimana mengamati hewan-hewan liar lainnya di hutan. Untuk itulah dibutuhkan kamera trap buat menangkap setiap moment aktivitasnya. Pemasangan kamera tersembunyi ini juga mesti dilakukan di waktu yang pas dan tempat paling cocok.

Memiliki Tubuh yang Kecil, Tapi Terkesan Berotot dan Macho

Sikap burung Murai Hitam saat berdiri memberikan kesan berotot dan macho karena dia akan membusungkan dada. Meski tubuhnya kecil, dia terlihat begitu piawai dan lincah.

Memiliki Ekor Agak Panjang

Ekornya memang tidak terlalu panjang, tapi juga tidak pendek. Tapi kalau disandingkan dengan Murai-Murai dari Indonesia, panjang ekornya akan bersaing dengan Murai Medan.

Menjadi Primadona di Black Market

Jual-beli burung di pasar gelap bukan hal yang baru. Berbagai modus akan dimainkan demi ekspor-impor burung langka ilegal. Kalau ada Murai Hitam masuk Indonesia, bisa jadi ilegal black market.

Tapi bisa juga hasil tangkapan alam karena disinyalir meskipun endemik di Cebu Filipina, si Black Shama ini memungkinkan migrasi atau eksis juga di hutan-hutan lebat Kalimantan, Sulawesi maupun Sumatera.

Terancam Punah

Murai hitam Mati
Murai hitam Mati

Status IUCN untuk Murai Hitam sudah di zona merah, artinya terancam punah. Gencarnya kampanye larangan perburuan Black Shama harus diiringi dari upaya perlindungan melalui penangkaran resmi.

Hewan langka kalau dibiarkan di alam bisa habis karena keserakahan manusia. Tapi kalau dilindungi melalui Taman Suaka Marga Satwa misalnya justru akan lestari.

Dilindungi Oleh Pemerintah Filipina

Di Filipina sendiri, terutama pulau Cebu, Murai Hitam tidak diperjualbelikan. Sangat tidak lazim orang sana memelihara burung ini.

Akrab Disapa Black Shama

Ada yang tahu kenapa dia dijuluki Black Shama? Sepertinya untuk memudahkan penamaan dari golongan burung Murai Batu asal Filipina lainnya, seperti ada dikenal White Vented Shama, White Rumpet Shama dan White Browed Shama.

Suara Murai Cebu (Murai Hitam/Black Shama)

Karakter suara Murai Cebu yang nyaring dan cempreng membuatnya jadi berbeda dari Murai pada umumnya. Namun jika didengarkan dengan saksama, suara Black Shama seakan memberikan pesan dan makna tersirat tentang sebuah alam liar di pedalaman Filipina.

Sebagaimana hewan berbulu hitam lainnya, suara Murai Cebu yang didengarkan di malam atau sore hari, apalagi kalau sedang gerimis. Tentu membuat siapa saja jadi agak merinding.

Tapi justru inilah seni di balik suara Murai Hitam Filipina. Dia benar-benar eksentrik. Cocok banget kalau suara ini bisa ditiru sama Murai-Murai peliharaan kita di rumah.

Belum ada penelitian signifikan apakah Murai Cebu sanggup menirukan suara burung lainnya. Tapi suara aslinya sendiri sudah sangat menyentuh hati.

Silahkan teman-teman bisa dengarkan di bawah ini.

YouTube video

Bagaimana? Keren banget kan suaranya? Seperti dramatis gitu terdengarnya. Cocok banget buat isian dan masteran Murai Borneo atau Nias. Biar mereka jadi makin emosional suaranya, tapi juga mengandung pesan akan alam bebas.

Kalau teman-teman suatu hari menjumpai ada orang yang pelihara Murai Hitam, jangan lupa rekam suaranya ya. Tapi kemungkinan pembelinya membeli Black Shama itu dari pasar gelap? Mungkin saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *