7 Fakta Murai Jawa, Murai Larwo yang Sangat Langka

Murai Jawa, Murai Larwo atau Copsychus malabaricus ssp. javanicus adalah spesies burung Murai Batu langka yang sudah hampir punah. Saking langkanya keberadaan Murai asli Jawa ini membuatnya jadi salah satu incaran para kolektor.

promo

Belum puas rasanya kalau kita tidak melengkapi koleksi dengan Larwo yang rupawan ini. Tubuhnya terkesan sangat stylish dengan warna bulu yang cerah dan berkilau. Paling unik tentu di bagian kepalanya karena bulunya agak jabrik.

Perpaduan bulu hitam, oranye dan putihnya memang khas Murai Batu. Namun sinar yang terpancar dari tubuhnya membuatnya begitu tampil gaya saat manggung di kontes.

Kira-kira, ada nggak nih sobat Muraisuper.com yang punya Murai Larwo? Apakah dia tergolong Murai Juara? Untuk jawab pertanyaan ini agak miris ya, sob!

Dengar-dengar kini spesies Murai asli Jawa Timur ini mulai jarang yang diikutkan kontes. Soalnya suara kicaunya nggak segacor Murai Borneo, Nias, Lampung dan Murai-Murai Sumatera-an lainnya.

Keberadaannya di alam juga makin sedikit dan terancam punah. Soalnya nggak ada Breeder yang mau menangkarkan burung tampan yang satu ini. Tentu alasannya karena pasarannya sepi. Jarang ada yang mau beli Murai Larwo.

Kalau Murai Larwo dibiarkan hidup bebas di alam, tanpa usaha penangkaran. Niscaya 10 tahun ke depan bisa benar-benar punah. Soalnya kehidupan dan sistem reproduksi alami Murai Batu ini terganggu akibat tingginya laju kerusakan alam, terutama habitat hutan di Jawa.

Tapi Alhamdulillah, sudah ada kabar nih Sob. Kalau Murai Larwo mulai ditangkarkan di Banyuwangi. Ya, memang melihat Banyuwangi yang masih banyak hutannya dan alamnya juga masih khas Jawa Timur, sepertinya cocok banget emang buat menangkar Larwo.

Kalau udah ditangkar begini, biasanya akan muncul tren lagi. Semoga saja penjualannya bagus terus. Jadi para peternak Murai Larwo itu nggak cepat bosan dan ganti spesies tangkaran lagi,

Suara Murai Jawa

Kalian pasti penasaran banget kan sama suara si Murai Larwo ini? Seperti apa sih suaranya? Kok bikin para Murai Lover jadi enggan pelihara dan malah cuma punya Murai Sumatera-an dan Kalimantan.

Padahal MB Jawa juga keren kok! Ayo langsung dengarkan dan download aja ya, kawan.

YouTube video

Burung Murai Jawa / larwo

Kumpulan Murai Jawa
Kumpulan Murai Jawa

Nah, daripada kebanyakan teoritis, sobat pasti sekarang penasaran banget kan dengan fakta di balik Murai Jawa alias Larwo ini? Yuk langsung disimak saja faktanya.

Perbedaan Murai Larwo dengan Murai Jawa Masa Kini

Sepertinya banyak yang bertanya, apa perbedaan Murai Larwo dengan Murai Jawa? Apa mereka sama? Ya, tentu saja mereka sama.

Hanya saja yang perlu ditekankan di sini adalah tidak semua burung Murai Jawa itu Murai Larwo. Kok bisa?

Soalnya burung MB Jawa sudah banyak disilangkan juga dengan spesies MB dari daerah lain.

Nah, kalau si Murai Larwo inilah yang genetiknya asli, asli Jawa Timur.

Bulunya Lebat dan Terkesan Keriting

Yang membedakan MB Jawa dengan daerah lainnya itu bulunya. Kalau Murai Larwo Jawa itu bulunya lebat dan terkesan seperti keriting mekar.

Kembangan bulu ini semakin terlihat pada ekornya. Di mana saat berkicau, Murai Jawa akan menaikkan dan sedikit memekarkan ekornya.

Kepalanya Seolah Berambut Jabrik dan Jambul

Bulu yang mengembang ini sangat terlihat pada kepalanya pula. Di mana MB Jawa memiliki lingkar kepala yang tampak lebih besar.

Ini dikarenakan bulu di kepalanya sangat lebat dan jabrik (naik ke atas). Jambul pada Murai Larwo ini juga menjadi ciri fisik paling diidolakan. Seakan-akan, Murai Batu khas Jawa ini punya rambut seorang rocker.

Bulu Oranye Hingga Perut Saja

Kebanyakan Murai Batu punya bulu oranye di bagian bawah tubuhnya. Seperti Murai Jawa juga punya. Panjangnya hanya sampai perut atas saja. Beda dengan Murai lainnya yang bisa sampai dada, bahkan leher.

Ekornya Lumayan Pendek

Burung Murai ekor panjang biasanya dianggap lebih istimewa, sampai-sampai ada beredar trik dan cara memanjangkan ekor Murai.

Sayangnya MB Jawa hanya punya ekor sepanjang 10-15 cm saja. Tentu saja kalah dari Murai Medan yang bisa tembus 30 cm.

Suaranya Kurang Variatif

Salah satu faktor penyebab sepinya peminat Murai Jawa adalah karena suaranya dipandang monoton, kurang variatif. Ia memang bisa dilatih dengan suara masteran, isian dan pancingan. Hanya saja tidak bakal segacor Murai daerah lainnya.

Postur dan Sikap Saat Manggung

Fakta Murai Larwo yang selanjutnya adalah beda dengan murai kalimantan ataupun sumatra, murai jawa / larwo ketika sedang berkicau akan mengembangkan bulu yang ada di kepalanya

Nah, dari 7 fakta Murai Jawa di atas, apakah sudah bikin teman-teman pengin pelihara burung ini?

Jangan mau ketinggalan sama kicau lover lainnya ya. Mereka aja udah punya, masa kalian belum?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *