Permasalahan yang Sering Ditemui Saat Ternak Murai Batu dan Solusinya

Diposting pada

Memulai ternak burung Murai Batu bagi sebagian orang adalah tantangan tersendiri, terlebih jika ia adalah pemula dalam bisnis ini, pastinya banyak hal baru yang harus dipelajari dan ditekuni.

Meski telah giat berusaha, tentu masih ada saja permasalahan yang muncul baik itu pada proses awal maupun menjelang masa “panen” ternak Murai Batu.

Apa sajakah permasalahan yang sering ditemui saat ternak Murai Batu? Berikut akan kami bahas secara tuntas bersama solusinya.

Bingung Menentukan Indukan Jantan dan Betina

Sepasang Murai Batu
Sepasang Murai Batu

Bagi sebagian penghobi burung, tentu akan dengan mudah membedakan Murai Batu pejantan dan betina, tidak demikian halnya dengan pemula, tentu indukan jantan dan betina terlihat sama saja. Lalu bagaimana cara membedakan keduanya? Berikut ciri-ciri dan panduan yang dapat Anda gunakan sebagai pakem.

Ciri Murai Batu Jantan:

  • Memiliki tubuh yang besar
  • Warna bulunya lebih hitam mengkilat
  • Suaranya terdengar keras
  • Bentuk kepala besar dan cenderung agak kotak dan ceper
  • Jika berdekatan dengan pejantan lain maka akan melawan (memprovokasi)
  • Ekornya panjang

Sedangkan untuk ciri-ciri Murai Batu Betina adalah:

  • Tubuhnya relatif kecil
  • Warna bulu pada bagian leher dan dada terlihat pudar
  • Ekornya pendek, rata-rata 8 – 10 cm
  • Suaranya pelan dan monoton
  • Bentuk kepala bulat dan kecil
  • Jika berdekatan dengan pejantan akan ngeper, bahkan minta kawin jika sudah memasuki masa birahi

Tidak Mengetahui Indukan Jantan dan Betina yang Sedang Birahi 

Hal ini penting untuk mengetahui waktu yang tepat memasukkan Indukan ke kandang perjodohan. Ciri-ciri indukan jantan dan betina yang sedang birahi adalah sebagai berikut.

Indukan Jantan
Sering berkicau dan lebih gacor dari biasanya. Suara akan terdengar kecil-kecil serta ngerol seperti air mancur ketika didekatkan dengan betina. Kicauan tersebut akan dibarengi dengan gerakan kepala manggut-manggut sebagai tanda rayuan pada betina.

Indukan Betina
Tingkah lakunya akan ngeper jika didekatkan pejantan, dan akan menyahut saat mendengar kicauan pejantan. Ketika berada di kandang penangkaran, indukan betina akan menyusun sarang.

Tidak Mengetahui Umur Indukan yang Siap Bereproduksi 

Murai Batu memang sudah dapat dijodohkan pada saat masih kecil atau trotol, biasanya metode tersebut dilakukan jika kita membeli sepasang Murai Batu sejak anakan. Namun jika kita membeli sepasang Murai Batu yang sudah dewasa, alangkah baiknya jika kita melihat umur dan kesiapan Murai tersebut untuk dijodohkan.

Cara Memilih Murai Betina yang Bagus Untuk di Jadikan Indukan

Murai Batu hasil tangkapan di hutan dengan hasil penangkaran juga memiliki umur yang berbeda untuk masalah kesiapan bereproduksi. Jika belum muncul tanda-tanda seperti diatas, Anda tetap dapat menjodohkannya, namun Murai Batu Jantan tersebut belum tentu berani untuk kawin.

Ciri Murai Batu Jantan Siap Reproduksi

  • Umur Murai jantan telah memasuki 2 tahun atau 2 kali ngurak
  • Sudah dapat dijodohkan saat umur 1 tahun, namun belum berani kawin dengan betinanya

Ciri Murai Batu Betina Siap Reproduksi

  • Umur Murai betina memasuki 8 bulan sudah siap bertelur
  • Saat usia 7 bulan sudah bisa dijodohkan

Kurang Paham Ciri-Ciri Murai yang Sudah Berjodoh

Tidak semua pasangan Murai Batu yang diletakkan di dalam satu kandang memiliki chemistry untuk berjodoh lalu kawin. Karena itulah Anda harus mengenali tanda-tanda berikut agar tidak terlalu lama meletakkan Murai dalam kandang penangkaran namun tanpa hasil.

Tips Memilih Murai Jantan Untuk Dijadikan Indukan

Ciri Murai yang Sudah Berjodoh:

  • Baik indukan jantan maupun betina tidak bertengkar saat diletakkan pada satu kandang
  • Tidur berdampingan
  • Pejantan lebih mengalah pada betinanya, utamanya soal makanan
  • Saling menyahut saat berkicau
  • Pejantan dan betina saling meloloh

Bingung Kapan Burung Mulai Bereproduksi

Setelah mengetahui bahwa Murai Batu yang kita pasangkan berjodoh, tentu akan ada pertanyaan mengenai berapa lama selang waktu untuk segera kawin dan menghasilkan anakan?

Jika memang saat perjodohan kedua indukan tersebut sudah memasuki masa birahi, maka dalam jangka waktu sekitar 3 minggu – 1 bulan indukan betina akan segera bertelur. Namun tidak menutup kemungkinan kita akan menunggu dalam waktu yang lebih lama. Bisa 2 bulan, 6 bulan, bahkan sampai 1 tahun setelah perjodohan.

Karena itu dibutuhkan kejelian serta ketelatenan kita dalam proses perjodohan Murai batu. Selain itu, memastikan bahwa kedua indukan telah siap kawin adalah faktor yang tidak kalah penting.

Berapa Ukuran Kandang Penangkaran yang sesuai?

Jika tadi kita membahas mengenai waktu yang tepat untuk Murai Batu bereproduksi, kini kita dihadapkan dengan pertanyaan seputar kandang penangkaran. Bagaimanakah kandang yang sesuai untuk perjodohan Murai batu?

  • Jawabannya tidak perlu terlalu besar, cukup dengan ukuran p x l x t sebesar 1,5 m x 1 m x 1,5 m saja sudah cukup untuk memberi ruang bagi sepasang Murai Batu yang dijodohkan. Yang terpenting adalah kondisi kebersihan kandang serta lingkungan yang tenang demi menjamin keberhasilan breeding Murai Batu.

Itulah permasalahan yang sering ditemui saat ternak Murai Batu, kami berharap solusi yang kami berikan dapat menjawab pertanyaan seputar burung Murai yang selama ini membuat Anda bingung. Semoga artikel ini juga bermanfaat dan menjadi sumber inspirasi beternak Murai Batu bagi para pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *